| Tersedianya: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Sensor inframerah pasif piroelektrik
1. FITUR:
Sensitivitas tinggi dan SNR superior (rasio sinyal terhadap kebisingan);
Stabilitas tinggi terhadap perubahan suhu;
Kemampuan anti interferensi yang tinggi (Misalnya: getaran, interferensi frekuensi radio).
2. APLIKASI
Keamanan
Luminer
Keluarga dan bidang lainnya
3. BERBAGAI APLIKASI
Spesifikasi ini menjelaskan sensor inframerah pasif piroelektrik untuk perangkat sensor inframerah pasif.
4. JENIS SENSOR
Tipe diferensial seimbang (tipe seri berlawanan.)
5.1 INSPEKSI VISUAL
Tidak ada luka yang luar biasa, bintik-bintik, karat dan lain-lain.
Paket TO-5: lihat gambar 1.
6. KARAKTERISTIK LISTRIK ( PADA 25 ℃ )
BARANG |
KONDISI |
PERINGKAT |
6.1 Keluaran Sinyal |
Hitam Suhu tubuh: 420K Frekuensi Pemotongan: 1HZ, 0,3~ 3,5HZ f Vd=5V,Rs=47KΩ, penguat Gain 72.5dB Metode pengukuran ditunjukkan pada Gambar2. |
>3000mVp-p |
6.2 Keluaran Kebisingan |
Frekuensi Pemotongan: 1HZ, 0,3~ 3,5HZ f Vd=5V,Rs=47KΩ, penguat Gain 72.5dB Metode pengukuran ditunjukkan pada Gambar2. |
< 70mVp-p |
6.3 Saldo keluaran |
Hitam Suhu tubuh: 420K Frekuensi Pemotongan: 1HZ, 0,3~ 3,5HZ f Vd=5V,Rs=47KΩ, penguat Gain 72.5dB Metode pengukuran ditunjukkan pada Gambar2 dan Gambar3. VA = Sensitivitas Elemen (Vp-p) VB = Sensitivitas elemen B (Vp-p) |
|VA-VB|/(VA+VB) ×100%≤10% |
6.4 Tegangan Operasi |
Catu daya tunggal RS = 47KΩ |
2~15V |
6.5 Tegangan Sumber |
VD=5V,RS=47KΩ |
0,4~1,0V |
6.6 Konfigurasi Sirkuit |
Lihat Gambar.3 |
|
6.7 Waktu Pemanasan |
Setelah disambungkan dengan penguat pengukuran seperti uraian Gambar 3 yang menyalakan catu daya terlebih dahulu, keluaran amplifikasi diberi waktu hingga stabil. |
Maks: 25 Detik |
7. KARAKTERISTIK OPTIK
BARANG |
PERINGKAT |
7.1 Bidang Pandang |
113 derajat dari pusat Elemen pada Sumbu X. |
90 derajat dari pusat Elemen pada Sumbu Y. |
|
Lihat Gambar 5 |
|
7.2 Pita panjang gelombang respons |
Filter substrat: Silikon Potong pada panjang gelombang:5,5±0,5μm Transmisi:7~14μm ≥75% |
7.3 Karakteristik Transmisi filter |
Lihat Gambar 6 |
8. PERSYARATAN LINGKUNGAN
BARANG |
PERINGKAT |
8.1 Suhu Pengoperasian |
-30~70℃ |
8.2Suhu Penyimpanan |
-40~80 º℃ |
8.3 Kelembaban Relatif |
Sensor harus beroperasi tanpa peningkatan Output Kebisingan saat terkena 90 hingga 95% RH pada 30℃ terus menerus |
8.4 Segel Hermetik |
Tidak ada gelembung yang terlihat pada fluorokarbon 125±5℃ mandi (FC-40) selama 20 detik |
8.5 Uji Reliabilitas |
Ditentukan dalam Lampiran 1( halaman13~14) |
9. KEPATUHAN ROHS
Produk ini sesuai dengan regulasi RoHS.
10. INSPEKSI
10.1 Inspeksi proses
Inspeksi 100%: Butir 6.1 hingga 6.3 dan 6.5 di antara kinerja listrik butir 6.
10.2 INSPEKSI KELUAR
Berdasarkan metode pemeriksaan pengambilan sampel statistik, setiap lot produksi diperiksa karakteristik kelistrikannya item 6.1 hingga 6.3, 6.5 dari Item 6, dan item 5.1 dan 5.3 dari tampilan item 5.
11. KEMASAN
Kemasannya kokoh dan tidak ada pecah
12. KEGAGALAN PROSES
Jika ditemukan kegagalan masuk atau pemeriksaan proses setelah penerimaan produk, Kedua belah pihak bernegosiasi untuk menangani kegagalan tersebut
13. TEMPAT PRODUKSI
Cina
14. REVISI
Setiap revisi spesifikasi ini harus dilakukan secara tertulis melalui diskusi.

F IG.1 Bagan dimensi
Metode pengukuran sensor Inframerah Pasif Piroelektrik

KONDISI UJI
¨ Suhu lingkungan: 25ºC
B kekurangan Suhu tubuh : 420K
Frekuensi Pemotongan: 1HZ, 0,3~ 3,5HZ △f
penguat Gain 72.5dB
F IG.2 METODE PENGUKURAN SENSOR INFRAMERAH PASIF PYROELECTRIC
METODE PENGUKURAN SALDO

F IG.3 METODE PENGUKURAN SALDO
Keseimbangan sensitivitas sensor Inframerah Pasif Piroelektrik diukur dengan menguji sensitivitas satuan tunggal, dan menggunakan persamaan berikut.
Saldo = |VA-VB|/(VA+VB) ×100%
VA = Sensitivitas Elemen (Vp-p)
VB = Sensitivitas elemen B (Vp-p)
KONFIGURASI RANGKAIAN UJI

F IG.4 KONFIGURASI RANGKAIAN UJI
BIDANG PANDANG

KARAKTERISTIK TRANSMISI KHUSUS FILTER

Gbr.6 KARAKTERISTIK TRANSMISI KHUSUS FILTER
《 Lampiran 》 1 ITEM UJI KEANDALAN
apabila timbul keragu-raguan terhadap soal-soal tes berikutnya, atau apabila komponen-komponen telah diubah, maka pengujian tersebut dilakukan kembali setelah dikonsultasikan melalui diskusi.
BARANG |
KONDISI UJI |
HASIL |
Suhu:85℃ |
Setelah pengujian selesai, uji ulang sensor dengan nomalisasi alami pada suhu kamar selama 3 jam
1. inspeksi visual: TIDAK ADA kerusakan yang luar biasa
2.Sensitivitas : ±20% dari nilai awal
3. Kebisingan: +100mV dari nilai awal |
|
Penyimpanan Suhu Tinggi |
Waktu : 500 jam |
|
Suhu:-30℃ |
||
Penyimpanan Suhu Rendah |
Waktu : 500 jam |
|
Suhu:60℃ |
||
Suhu Tinggi & |
kelembaban:90% |
|
Penyimpanan kelembaban |
Waktu : 500 jam |
|
Suhu:60℃ |
||
kelembaban:90% |
||
Bias kelembaban termal |
Waktu : 48 jam |
|
Tegangan: 5.0VDC |
||
Kejutan panas |
-40 ℃, 30 menit-->25 ℃, 30 menit |
|
-->85 ℃,30 menit*10 siklus |
||
Getaran |
Frekuensi :10~55HZ Total amplitudo :1,5mm Waktu getaran:60 menit masing-masing sumbu Z,Y,Z |
|
ESD |
Kondisi:C=200pf,R=0 ohm V = 200V |
|
Penurunan alami |
Tinggi :750mm |
|
Waktu jatuh :3 atau 3 kali |
||
Kekuatan tarikan terminal |
Kekuatan tarik :19,5N |
|
Waktu tahan : 5 detik |
||
Pematerian |
suhu solder:245℃ jenis solder: Sn-Cu waktu perendaman:3 detik |
|
suhu tangki solder: 260±5℃ |
||
Solder Tahan Panas |
waktu perendaman: 10 ± 1 detik kabel pencelupan terendam
|
|
solder hingga 3mm di bawah batang |
Tes Kumis Timah |
Suhu:60℃ kelembaban:93% Waktu: 1000 Jam |
|
Segel Hermetik |
Perendaman dalam fluorokarbon 125 ± 5 ℃ mandi (FC-40) selama 20 detik |
Tidak ada gelembung yang terlihat |